Scroll untuk baca Berita
title="Example 325x300" width="325" height="300">
Example floating
Banner IDwebhost
banner 970x250
Hukum dan Kriminal

Terinspirasi Bidaah, Alumni Santri Laporkan Oknum Pimpinan Yayasan ke Polres Mataram

48
×

Terinspirasi Bidaah, Alumni Santri Laporkan Oknum Pimpinan Yayasan ke Polres Mataram

Sebarkan artikel ini
Banner IDwebhost

Mataram, GONTB – Terinspirasi oleh film Bidaah dari Malaysia,  sekitar 7 orang yang diduga menjadi korban tindak asusila melaporkan AF, oknum pimpinan salah satu Yayasan pendidikan di Kabupaten Lombok Barat atas dugaan tindak asusila ke Polres Mataram.

“Dari data yang masuk, ada sekitar 20 orang korban dan 7 orang sudah melapor ke Polres Mataram,” kata  Ketua Koalisi Stop Kekerasan Seksual (KSKS) NTB,  Joko Jumadi di Polres Mataram, Senin 21 April 2025.

17 - 30 Oktober 2025, PLN berikan Diskon Tambah Daya 50%
Download aplikasi PLN MOBILE

Dalam melakukan aksinya, jelas Joko Jumadi oknum ketua Yayasan tersebut menjanjikan memberikan keberkahan ke rahim korban agar dapat melahirkan anak yang bisa menjadi seorang wali.

Baca Juga:  Kembali berulah! Residivis Curanmor di Selagalas Ditangkap, Motor Korban Digadai

Joko Jumadi menambahkan kasus yang menimpa para korban terjadi sejak tahun 2016 saat para korban masih duduk di bangku sekolah hingga tahun 2023.

Baca Juga:  P21, Polsek Mataram Serahkan Tersangka Kasus Pencurian ke Kejaksaan

“Sejauh ini, kami  belum menerima pengaduan adanya korban yang hamil akibat dugaan  tindak asusila tersebut,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP Regi Halili mengakui pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan tindak asusila tersebut.

“Minggu kemarin kami terima 4 laporan dan minggu ini ada satu laporan. Kami juga sudah mengirimkan tim untuk lakukan olah TKP,” katanya.

Baca Juga:  380 Gram Ganja Kering di Musnahkan Polresta Mataram, Disaksikan Langsung oleh Tersangka dan Instansi Terkait

Menurut Regi, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan karena masih adanya laporan dari para korban.

“Diperkirakan jumlahnya ada puluhan,” katanya.

Regi menegaskan, saat ini pihaknya sudah mengamankan terduga pelaku dengan alasan keamanan.

‘Untuk terduga pelaku sudah kami amankan dengan melihat situasi dan kondisi yang ada,” katanya. ***

Example 300250