BERBAGI News – Sebanyak 25 ekor domba milik warga di Kampung Ciherang, Desa Gunungmalang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mati diduga akibat serangan hewan buas.
Kepala Desa Gunungmalang, Ajang Rahmat, mengungkapkan peristiwa terjadi sejak Kamis, 4 September berlanjut hingga Minggu, 7 September 2025..
Menurut Ajang, serangan pertama terjadi pada Kamis sekitar pukul 10.00, mengakibatkan 11 ekor domba mati. Serangan kedua terjadi pada Sabtu sekitar pukul 03.00 yang menyebabkan 9 ekor domba mati.
Selanjutnya, pada Minggu, sebanyak 5 ekor domba kembali menjadi korban dalam dua kali serangan, yakni pada pukul 01.00 dan pukul 12.00 sehingga total domba yang mati sebanyak 25 ekor
“Dari 25 ekor domba itu tak ada yang sampai dimakan habis atau hilang. Domba ditemukan dalam kandang serta diluar kandang dengan kondisi terluka pada bagian leher,” jelasnya.
Meski belum dapat dipastikan jenis hewan yang menyerang, namun dari jejak kaki yang ditemukan di sekitar kandang dugaan mengarah ke macan tutul.
“Jejak kaki yang ditemukan berukuran besar dan kecil, dugaan kami hewan buas yang menyerang domba terdiri dari induk serta anaknya,” katanya.
Ajang mengatakan domba yang menjadi korban dipelihara dalam kandang yang berada di Kampung Ciherang RT 10 RW 09 dan RT 09 RW 09, lokasi kandang berjarak sekitar 100 meter dari kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Menanggapi kejadian ini, jelas Ajang pemerintah desa telah berkoordinasi dengan pihak Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) serta pihak terkait lainnya.
Sebagai langkah antisipasi, warga diimbau untuk rutin melakukan ronda malam. Selain itu, domba yang tersisa dipindahkan dari sebelumnya tersebar di 10 kandang menjadi hanya 5 kandang agar pengawasan lebih terfokus.
Selain itu, warga diminta waspada mengingat peristiwa serangan terhadap ternak tidak hanya di malam hari, tapi juga di siang hari.*


















