Scroll untuk baca Berita
title="Example 325x300" width="325" height="300">
Example floating
Banner IDwebhost
banner 970x250
Nasional

Presiden Prabowo Hadiri KSTI 2025, Dorong Industrialisasi Berbasis Saintek

54
×

Presiden Prabowo Hadiri KSTI 2025, Dorong Industrialisasi Berbasis Saintek

Sebarkan artikel ini

Info Publik

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Bandung (Foto: Dok kemendiktisaintek)
Banner IDwebhost

Jakarta, BERBAGI News — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Bandung. Kehadiran Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun Indonesia melalui penguasaan ilmu pengetahuan, riset, dan industrialisasi nasional.

Presiden tiba di lokasi menggunakan kendaraan taktis ringan Maung Garuda produksi PT Pindad (Persero), yang dilengkapi pelat “INDONESIA-1”. Kendaraan buatan dalam negeri tersebut bukan hanya mencerminkan kekuatan teknologi pertahanan Indonesia, namun juga menjadi simbol kebanggaan nasional atas kemandirian industri strategis.

17 - 30 Oktober 2025, PLN berikan Diskon Tambah Daya 50%
Download aplikasi PLN MOBILE

Presiden Prabowo menyampaikan pentingnya inovasi dan kedaulatan teknologi sebagai fondasi Indonesia Emas 2045. Ia juga meninjau langsung pameran inovasi bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) yang menjadi bagian utama agenda KSTI 2025.

Baca Juga:  Wamentan Gelar Dialog Tani, GamaGora 7 Upaya Tingkatkan Ketahanan Pangan Nasional

“Penguasaan sains dan teknologi harus menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional. Ini bukan pilihan, tapi keharusan,” tegas Presiden, dalam keterangan tertulis yang dikutip dari InfoPublik, Kamis (7/8/2025).

KSTI 2025 mengusung tema “Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi” sebagai platform kolaborasi nasional lintas sektor. Acara ini mempertemukan peneliti, guru besar, praktisi industri, serta pengambil kebijakan untuk menyamakan visi strategis menuju transformasi ekonomi berbasis riset dan teknologi.

Baca Juga:  Prabowo Hapus Utang Macet UMKM: Mereka Sekarang Lebih Semangat

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menyebut bahwa penguasaan saintek menjadi kunci pertumbuhan jangka panjang Indonesia. “Untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, kita harus mengelola industrialisasi secara lebih terencana. Dan kuncinya adalah sains dan teknologi,” ujar Menteri Brian.

Agenda KSTI selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya butir ke-4 dan ke-5, yaitu memperkuat pembangunan SDM serta melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Kehadiran Presiden juga menandai dorongan politik tertinggi bagi percepatan ekosistem riset dan inovasi nasional.

Baca Juga:  PLN Hadirkan Cahaya di Rumah Ranju Samosir, Berikut ini Kisah Penyuluh Agama

Sejumlah pejabat tinggi negara turut mendampingi Presiden, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Menteri Sekretaris Kabinet Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. ***

Example 300250