Scroll untuk baca Berita
title="Example 325x300" width="325" height="300">
Example floating
Banner IDwebhost
banner 970x250
Opini

Minimnya Pembahasan Mengenai Perempuan Pada Debat Pilgub NTB 2024

54
×

Minimnya Pembahasan Mengenai Perempuan Pada Debat Pilgub NTB 2024

Sebarkan artikel ini

Oleh: Afiah Laili

Penulis: Afiah Laili, Mahasiswa S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Mataram.
Banner IDwebhost

BERBAGI News – Tahun 2024 adalah tahun politik, tentu banyak lontaran kata-kata demi menaikan diri.  Namun, melihat tema pada debat antara calon Gubernur NTB tahun 2024, terlihat kurangnya mengangkat dan memperhatikan tema, peduli terhadap perempuan.

Debat yang dilangsungkan selama tiga kali yaitu debat pertama pada Rabu, 23 Oktober 2024, sesi debat kedua dilaksanakan pada 8 November, dan debat terakhir pada 20 November 2024, hanya fokus pada bagaimana perbaikan untuk kedepannya tapi tidak dengan keamanan bagi penghuninya, khususnya perempuan.

17 - 30 Oktober 2025, PLN berikan Diskon Tambah Daya 50%
Download aplikasi PLN MOBILE

Jika mendengar kata “Perempuan”, mayoritas pemikiran kita akan mendefinisikan perempuan sebagai ibu rumah tangga, istri,  dan banyak definisi lainnya.

Baca Juga:  Atas Nama Humor: Refleksi Sosial Atas Kosa Kata Gus Miftah

Perempuan yang katanya hanya bersentuhan dengan tiga ranah domestik (Dapur, Pasar, dan Kasur) yakni memasak, mencuci, membersihkan rumah, bahkan sekedar menjadi pelengkap isi rumah tangga.

Baca Juga:  Korupsi : Masyarakat Untung atau Masyarakat buntung ?

Baru baru ini di hebohkan yaitu kasus pelecehan yang dilakukan oleh seorang disabilitas, menjadi tanda bahwa siapapun berpotensi menjadi pelaku kekerasan seksual, dan perempuan menjadi objek.

Hal tersebut menyebabkan kerugian dari segi fisik, seksual dan bahkan psikologis. Ini menjadi bukti bahwa kurangnya perhatian atau penanganan terhadap sumber daya perempuan.

Baca Juga:  Menyingkap Fenomena Pernikahan Siri: Dalam Bayang-Bayang Keabsahan Agama dan Kerentanan Sosial

Ini merupakan suatu hal yang harus diperhatikan lagi oleh gubernur terpilih. Menjamin keamanan dan kesejahteraan bagi perempuan.

Buktikan bahwa kesetaraan gender itu bener adanya di mana laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan, hak, dan kewajiban yang sama. Tidak hanya dipandang lemah dan bisa dijadikan opsi kekerasan. ***

Example 300250