Scroll untuk baca Berita
title="Example 325x300" width="325" height="300">
Example floating
Banner IDwebhost
banner 970x250
Opini

Pemilu 2024: Peran Sentral Influencer Muda dalam Mendongkrak Elektabilitas Paslon

92
×

Pemilu 2024: Peran Sentral Influencer Muda dalam Mendongkrak Elektabilitas Paslon

Sebarkan artikel ini

Oleh: Hairur Rozi

Penulis: Hairur Rozi, Mahasiswa KPI, Universitas Islam Negeri Mataram. (Ilustrasi Pemilu 2024).
Banner IDwebhost

BERBAGI News – Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan kontestasi politik akbar yang di gelar 5 tahun sekali. Mulai dari pemerintah pusat sampai kabupaten kota ikut menyelenggarakan kontestasi ini.

Semua paslon menganggap pemilu bukan hanya kontestasi politik semata namun, sebuah pertarungan ideologi, visi dan misi.

17 - 30 Oktober 2025, PLN berikan Diskon Tambah Daya 50%
Download aplikasi PLN MOBILE

Semua paslon berlomba-lomba mencari simpatisan dan dukungan masyarakat dengan berbagai cara dan media tak terkecuali media sosial atau jasa influencer muda. Namun bagaimana tidak karena target utama mereka adalah anak muda atau sering disebut Gen-Z.

Mengapa   demikian? karena anak muda yang mereka targetkan lebih banyak menghabiskan waktu di media  sosial pribadinya sehingga secara tidak langsung para paslon bisa menggunakan hal itu untuk mendapatkan simpatisan dan dukungan dari Gen-z.

Baca Juga:  Jadi Aktor Utama, Anak Muda dan Tanggung Jawab Sosial dalam Politik di Era Modern

Dengan jangkauan mereka yang luas akan memudahkan para calon pemimpin itu mendapatkan simpatisan peran influencer tersebut juga bisa  menaikan survei mereka.

engan menggunakan influencer yang memiliki jaringan luas di media sosial mereka bisa dengan mudah memperlihatkan menggambarkan program-program yang bisa mengangkat survei yang berpotensi menarik kepercayaan masyarakat.

Berbicara peran sentral berarti memiliki dua kemungkinan yaitu sisi positif dan negatif. Ketika mendapatkan sisi positif maka akan mendapatkan keuntungan namun, ketika mendapatkan  hal yang negatif maka akan bisa menurunkan elektabilitas paslon tersebut yang tentunya bisa merugikan mereka.

Baca Juga:  Pecah Suara : Zul Rohmi Gagal Mempertahankan Kursi Gubernur NTB

Para influencer memiliki berbagai cara untuk menjatuhkan citra paslon     terserbut seperti dengan cara meliput dari sisi negatif salah satu paslon yang bisa menimbulkan sisi negatif kepada masyarakat yang justru menurunkan citra mereka di mata calon pemilih.

Sisi negatif ini juga bukan hanya soal kebetulan namun, tidak jarang cara ini bisa di manfaatkan oleh lawan politik mereka dengan cara menyewa suatu akun yang bertugas menjatuhkan lawan politik  atau biasa di sebut (buzzer), yaa cara itu memang kotor namun jikalau berbicara dengan tujuan strategi apapun pasti bakan di lakukan.

Cara itu cukup ampuh untuk bisa menjatuhkan lawan politiknya biasanya Buzzer bayaran itu akan mengunggah video, kinerja negatif di masa lalu, bahkan tidak jarang menyerang pribadi langsung dengan hal itu sangat berdampak besar kepada kepercayaan masyarakat.

Baca Juga:  Media Sosial Sebagai Tunggangan Komunikasi Politik

Semua hal tersebut masih bisa mereka lakukan agar suara bisa mereka dapatkan pada  hari pemilihan namun, hal itu bukan tidak mungkin itu semua bisa diatasi dengan cara benar-benar teliti dalam melihat dan menilai pemimpin bagaimana programnya apa tujuanya dan jangan lupa bagaimana rekam jejaknya di masa lalu karena baik buruknya di masa lalu itu sebagai cerminan ketika ia memimpin di masa depan. ***

Example 300250