Lombok Barat, Go NTB – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus mendorong optimalisasi pengelolaan sampah melalui sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero). Hal ini terlihat dari kunjungan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Lombok Barat ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Senteluk, Kecamatan Batulayar, untuk memastikan operasional pengolahan sampah kembali berjalan normal setelah sempat mengalami kendala teknis beberapa hari lalu. Kamis, 12/3/2026.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk klarifikasi sekaligus pemantauan langsung terhadap kondisi mesin pengolahan sampah di lokasi yang sebelumnya sempat berhenti sementara akibat gangguan teknis.
Saat dikonfirmasi di lokasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat, Busyairi, menjelaskan bahwa proses pengolahan sampah di fasilitas MASARO dilakukan secara maksimal oleh para petugas. Proses tersebut diawali dengan pemilahan sampah secara teliti antara sampah organik dan anorganik sebelum memasuki tahapan pengolahan selanjutnya.
Menurutnya, melalui proses tersebut berbagai jenis sampah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai manfaat, seperti pupuk kompos, pupuk organik cair, hingga pestisida cair.
“Melalui proses pemilahan dan pengolahan yang tepat, sampah dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bermanfaat sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan residu yang dihasilkan sangat minim,” jelas Busyairi.
Ia juga memastikan bahwa operasional MASARO akan terus dioptimalkan. Selama masa operasional satu tahun ke depan, setiap kendala teknis seperti kerusakan atau gangguan pada mesin akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait agar dapat ditangani secepat mungkin.
“Kami memastikan seluruh tim bekerja maksimal agar pengolahan sampah di MASARO berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta masyarakat Lombok Barat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Lombok Barat, Rizky Bani Adam, menyampaikan bahwa sistem pengelolaan sampah berbasis MASARO di TPST Senteluk merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah.
Ia menjelaskan bahwa konsep MASARO dirancang dengan prinsip residu nol, di mana sampah diolah semaksimal mungkin agar tidak menyisakan limbah yang tidak bermanfaat.
“Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan pupuk cair, sementara sampah anorganik diproses melalui pembakaran terkendali yang hasilnya masih dapat dimanfaatkan kembali, salah satunya sebagai bahan pembuatan pestisida cair,” ujarnya.
Rizky juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program MASARO dengan mulai membiasakan memilah sampah sejak dari rumah, terutama memisahkan sampah organik dan anorganik.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kunci agar pengelolaan sampah di Lombok Barat dapat berjalan lebih efektif, ramah lingkungan, serta berkelanjutan.
Dengan optimalisasi sistem MASARO di TPST Senteluk, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap pengelolaan sampah dapat semakin efektif sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Lombok Barat yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.




















