Scroll untuk baca Berita
title="Example 325x300" width="325" height="300">
Example floating
Banner IDwebhost
banner 970x250
Go NTB

Safari Ramadhan Desa Jagaraga jadi Ruang Dialog Pemdes dan Masyarakat

13
×

Safari Ramadhan Desa Jagaraga jadi Ruang Dialog Pemdes dan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Banner IDwebhost

Lombok Barat – Pemerintah Desa (Pemdes) Jagaraga kembali menggelar kegiatan Safari Ramadhan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dengan warga sekaligus menjadi wadah penyampaian informasi strategis terkait pembangunan dan kebijakan daerah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (28/02/2026) ini menyasar berbagai masjid dan musholla di wilayah Desa Jagaraga.

 

17 - 30 Oktober 2025, PLN berikan Diskon Tambah Daya 50%
Download aplikasi PLN MOBILE

Safari Ramadhan ini merupakan kali kedua yang dilaksanakan pada tahun ini. Selain sebagai ajang ibadah bersama, kegiatan ini dimanfaatkan untuk mensosialisasikan kebijakan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat serta transparansi pengelolaan anggaran desa kepada masyarakat secara langsung.

 

Camat Kuripan, H. Muhammad, S.IP., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pemdes Jagaraga. Menurutnya, langkah ini memberikan dampak positif bagi komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga:  Momen Ramadhan, Sat Reskrim Polresta Mataram Berbagi Takjil untuk Pengendara

 

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Kuripan sangat mendukung tim Safari Ramadhan ini. Ini adalah nilai positif di mana kita bisa bersilaturahmi langsung, memberikan siraman rohani, dan yang tidak kalah penting adalah menyampaikan program-program dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas,” ujar H. Muhammad.

 

Beliau juga menambahkan bahwa momen ini menjadi perkenalan perdana dirinya di Desa Jagaraga semenjak mengemban amanah sebagai Camat Kuripan selama enam bulan terakhir. “Melalui Safari Ramadhan ini, kami dari tim kecamatan ingin memperkenalkan diri sekaligus mempererat kedekatan dengan seluruh masyarakat di Kecamatan Kuripan,” tambahnya.

 

Transparansi Dana Desa di Tengah Penurunan Anggaran

 

Kepala Desa Jagaraga, M. Hasyim, menjelaskan bahwa Safari Ramadhan tahun ini merupakan “Jilid ke-5” selama masa jabatannya. Ia menekankan bahwa fokus utama tahun ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kondisi keuangan desa, terutama terkait penurunan Dana Desa (DD) yang cukup signifikan.

Baca Juga:  Apes! Kurir di Mataram Kehilangan Motor dan Paket Saat Antar Barang, Pelaku Dibekuk Polisi

 

“Tahun ini Dana Desa kita mengalami penurunan drastis. Dari yang sebelumnya berkisar Rp1,7 miliar, kini rata-rata menjadi Rp373 juta karena pengaruh indeks Desa Mandiri yang berlaku secara nasional. Hal ini perlu kita sosialisasikan agar masyarakat memahami keterbatasan anggaran dalam menangani keluhan yang sifatnya mendadak,” jelas M. Hasyim.

 

Penurunan anggaran tersebut memaksa pemerintah desa untuk melakukan efisiensi dan skala prioritas, terutama pada sektor pemberdayaan, kesehatan (penanganan stunting), serta insentif kader posyandu dan keagamaan.

 

Dukungan terhadap Program Bupati “Sejahtera dari Desa”

 

Baca Juga:  Anggota DPRD Lobar Syamsuriansyah Apresiasi Program Capacity Building OPD: Dorong Visi Futuristik dan Kolaborasi Membangun Lobar

Meski menghadapi tantangan anggaran, Pemdes Jagaraga tetap optimistis berkat adanya visi misi Bupati Lombok Barat melalui program “Sejahtera dari Desa”. Program tersebut menjanjikan alokasi Rp1 miliar per desa dan Rp100 juta per dusun.

 

“Program Bapak Bupati ini sangat kami apresiasi. Harapannya, kebijakan ini dapat membantu pemerintah desa dalam melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga di tingkat bawah,” tutur Hasyim.

 

Menutup keterangannya, Kades Jagaraga berharap agar alokasi dana desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD) dapat kembali normal di masa mendatang demi kelancaran pembangunan.

 

“Mudah-mudahan tahun depan kembali normal seperti yang dihajatkan masyarakat. Karena sejatinya, dana desa ini adalah dari masyarakat dan untuk masyarakat, bukan untuk kepala desa,” pungkasnya.

Example 300250