Giri Menang – Di bawah langit sore menuju senja, aktifitas para Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjajakan berbagai takjil berjajar rapi di salah satu ruas jalan Sukarno – Hatta Kota Gerung, tepatnya depan Kantor Bupati Lombok Barat, sangat menggugah selera para pemburu kuliner takjil untuk berbuka puasa di pusat Kabupaten Lombok Barat, Jumat (20/02/2026).
Suasana di pelataran Khazanah Ramadhan terasa berbeda. Bukan sekadar rutinitas menunggu bedug maghrib, namun ada semangat kebersamaan yang dirajut kembali.
Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersama Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, secara resmi membuka kegiatan yang bertajuk Pesona Ramadhan “Ngantih Bebuke” (Menunggu Berbuka), yakni sebuah tradisi lokal yang kini dikemas menjadi ruang ekonomi kreatif bagi masyarakat Gumi Patut Patuh Patju.
Kesempatan ini menjadi kian khidmat, bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinan pasangan LAZ-ADHA. Dalam sambutannya yang penuh kehangatan, H.Lalu Ahmad Zaini menyampaikan bahwa pembangunan sejati bukan hanya tentang beton dan aspal, melainkan tentang menghidupkan senyum di wajah para pedagang kecil.
”Ngantih Bebuke ini adalah ruang kita bersama. Di sini, kita tidak hanya mencari takjil, tapi kita merajut asa, memastikan ekonomi keluarga di Lombok Barat terus tumbuh di tengah keberkahan bulan suci,” ungkap Bupati LAZ saat membuka kegiatan ini di Pelataran Giri Menang Park, Gerung.
Usai membuka acara, suasana formal seketika berubah menjadi akrab. Bupati dan Wakil Bupati melangkah menyusuri deretan lapak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Langkah mereka terhenti di beberapa gerai, berdialog dengan para pedagang yang menjajakan kuliner khas Sasak.
Dari satu lapak ke lapak lain, keduanya tampak antusias membeli panganan lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk warga. Sembari mendengarkan aspirasi pedagang tentang harapan mereka di tahun kedua kepemimpinan LAZ-ADHA. Berbagi tawa dan canda bersama masyarakat yang sedang asyik berburu menu berbuka puasa.
Acara “Ngantih Bebuke” ini diprediksi akan menjadi magnet wisata kuliner sore hari selama sebulan penuh, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa di tangan LAZ-ADHA, Lombok Barat terus menggeliat tanpa melupakan akar budayanya.




















