Madinah, GONTB – Dari ladang dan kebun yang digarap dengan tekun, Allah SWT membuka jalan bagi Bapak Muntaka untuk memenuhi panggilan ibadah.
Muntaka (69), mantan Kepala Desa Tepal, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat yang pernah menjabat selama dua periode yakni 2004–2009 dan 2009–2014, dikenal sebagai sosok pekerja keras.
Setelah menuntaskan masa pengabdiannya di pemerintahan desa, ia kembali menjalani kehidupan sederhana dengan menekuni aktivitas berkebun, mengelola lahan dan hasil bumi sebagai sumber penghidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah, hasil panen Kopi, Kakao, Alpukat, Kemiri dan Durian setiap tahunnya saya tabung untuk daftar umroh dan haji,” katanya kepada Tim Media Safina di Masjid Nabawi. Rabu (11/02/2026).
Hingga saat ini, jelas Muntaka selesai musim panen hasilnya dijual dikirim hingga ke pulau Jawa.
Dari keringat dan ketekunan mengolah kebun itulah, perlahan ia bisa menamatkan kuliah untuk kedua anaknya dan menabung dan memupuk niat untuk bisa menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Muntaka menjadi satu dari 290 jamaah yang diberangkatkan Safina selama bulan Februari 2026 pada keberangkatan 10 Februari 2026 selama 13 hari dalam bimbingan TGH. Lalu Ahmad Zaenuri.
Keberangkatan ini menjadi momen penuh haru dan rasa syukur, bagi Pak Muntaka
Perjalanan umroh tersebut menjadi simbol bahwa kerja keras dan kesabaran selalu memiliki buah manis.
Kisahnya menjadi inspirasi bahwa pengabdian kepada masyarakat dan usaha yang jujur dalam kehidupan sehari-hari dapat berjalan beriringan dengan impian spiritual menuju Baitullah. ***




















