Scroll untuk baca Berita
title="Example 325x300" width="325" height="300">
Example floating
Banner IDwebhost
banner 970x250
Go NTB

Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

2
×

Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

Sebarkan artikel ini

Gubernur NTB sigap turun langsung ke lokasi.

Banner IDwebhost

Mataram, GONTB — Sepulang dari kunjungan kerja di Pulau Sumbawa, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal tidak langsung kembali ke Pendopo. Ia memilih langsung turun ke lapangan menemui warga terdampak banjir rob di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kamis (22/1/2026), sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi NTB terhadap bencana pesisir yang merusak permukiman warga.

 

17 - 30 Oktober 2025, PLN berikan Diskon Tambah Daya 50%
Download aplikasi PLN MOBILE

Di lokasi, Gubernur Miq Iqbal berdialog dengan warga terdampak, termasuk Ibu Sukma (RT 03), untuk mendengar langsung kondisi di lapangan serta kebutuhan mendesak masyarakat. Warga berharap pemerintah segera memberikan penanganan terhadap rumah-rumah yang rusak akibat terjangan ombak, sekaligus menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang bagi permukiman pesisir. Kedatangan Gubernur disambut haru oleh warga yang merasa tidak sendiri menghadapi musibah ini.

 

Kepala Lingkungan Bugis, Suherman, menjelaskan gelombang tinggi mulai terjadi sejak malam hari, sekitar pukul 20.00 WITA hingga 01.00 WITA, dengan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,5 meter. Kondisi tersebut jauh lebih ekstrem dibanding hari-hari sebelumnya dan memicu hempasan kuat yang memperparah abrasi di sekitar permukiman warga. “Malam-malam kami berjaga, dari jam delapan sampai jam satu. Gelombangnya besar sekali, tidak seperti hari-hari sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Fauzan Khalid: Kualitas Demokrasi Pelaksanaan Pemilu Cenderung Turun

 

Suherman menambahkan, enam rumah warga mengalami kerusakan terparah, dengan rincian tiga rumah hanyut dan tiga rumah lainnya rusak berat sehingga tidak lagi layak ditempati. Sejumlah rumah lain turut terdampak, namun sebagian masih dapat digunakan secara terbatas. “Tiga rumah sudah hanyut sama sekali, tiga lainnya rusak parah. Rumah lain terdampak, tapi masih bisa digunakan,” imbuhnya.

 

Sebagai langkah darurat, Pemprov NTB bersama Pemkot Mataram menyiapkan tenda pengungsian untuk menampung warga terdampak. Pemerintah juga menyiapkan skema penanganan lanjutan, termasuk opsi relokasi sementara sembari menunggu solusi permanen. Gubernur Miq Iqbal menegaskan pentingnya mitigasi bencana pesisir yang terencana dan terukur, serta mengimbau warga tetap waspada mengingat BMKG memprediksi potensi hujan dan angin kencang hingga 26 Januari 2026. Di lokasi turut hadir Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Mataram dan BPBD Provinsi NTB, Dinas Sosial, Baznas NTB, unsur TNI-Polri, relawan kemanusiaan, serta masyarakat setempat.Mataram, 23 Januari 2026 — Baru tiba di Pulau Lombok usai kunjungan kerja di Sumbawa dengan menyeberang menggunakan kapal ferry, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Lalu Muhamad Iqbal langsung bergerak tanpa jeda. Tanpa kembali ke Pendopo, Miq Iqbal memilih turun ke lapangan untuk meninjau langsung masyarakat terdampak banjir rob di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kamis (22/1/2026), sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi NTB terhadap bencana pesisir yang merusak permukiman warga.

Baca Juga:  Pagesangan Barat Juara Nasional Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award 2025 Regional IV

 

Di lokasi, Gubernur berdialog dengan warga terdampak, termasuk Ibu Sukma (RT 03), untuk mendengar langsung kondisi di lapangan serta kebutuhan mendesak masyarakat. Warga berharap pemerintah segera memberikan penanganan terhadap rumah-rumah yang rusak akibat terjangan ombak, sekaligus menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang bagi permukiman pesisir. Kedatangan Gubernur disambut haru oleh warga yang merasa tidak sendiri menghadapi musibah ini.

 

Kepala Lingkungan Bugis, Suherman, menjelaskan gelombang tinggi mulai terjadi sejak malam hari, sekitar pukul 20.00 WITA hingga 01.00 WITA, dengan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,5 meter. Kondisi tersebut jauh lebih ekstrem dibanding hari-hari sebelumnya dan memicu hempasan kuat yang memperparah abrasi di sekitar permukiman warga. “Malam-malam kami berjaga, dari jam delapan sampai jam satu. Gelombangnya besar sekali, tidak seperti hari-hari sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur NTB Duduk Bersama Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat, Sepakati Langkah Terukur Tangani Sampah

 

Suherman menambahkan, enam rumah warga mengalami kerusakan terparah, dengan rincian tiga rumah hanyut dan tiga rumah lainnya rusak berat sehingga tidak lagi layak ditempati. Sejumlah rumah lain turut terdampak, namun sebagian masih dapat digunakan secara terbatas. “Tiga rumah sudah hanyut sama sekali, tiga lainnya rusak parah. Rumah lain terdampak, tapi masih bisa digunakan,” imbuhnya.

 

Sebagai langkah darurat, Pemprov NTB bersama Pemkot Mataram menyiapkan tenda pengungsian untuk menampung warga terdampak. Pemerintah juga menyiapkan skema penanganan lanjutan, termasuk opsi relokasi sementara sembari menunggu solusi permanen.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan pentingnya mitigasi bencana pesisir yang terencana dan terukur, serta mengimbau warga tetap waspada mengingat BMKG memprediksi potensi hujan dan angin kencang hingga 26 Januari 2026. Di lokasi turut hadir Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Mataram dan BPBD Provinsi NTB, Dinas Sosial, Baznas NTB, unsur TNI-Polri, relawan kemanusiaan, serta masyarakat setempat. ***

Example 300250