Scroll untuk baca Berita
title="Example 325x300" width="325" height="300">
Example floating
Banner IDwebhost
banner 970x250
Berita Utama

10 Tahun lebih Cepat, PLN dan Gubernur NTB Bahas Pengembangan Energi Terbarukan Menuju NTB Hijau 2050

33
×

10 Tahun lebih Cepat, PLN dan Gubernur NTB Bahas Pengembangan Energi Terbarukan Menuju NTB Hijau 2050

Sebarkan artikel ini
Pembangkit Listrik tenaga Mikro Hidro. Foto (PLN NTB).
Banner IDwebhost

Mataram, BERBAGI News — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (PLN UIW NTB) melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat guna membahas pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur NTB ini dihadiri oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal dan General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti. Senin (16/06/2025).

17 - 30 Oktober 2025, PLN berikan Diskon Tambah Daya 50%
Download aplikasi PLN MOBILE

Pertemuan tersebut membahas langkah PLN dalam mendukung target Provinsi NTB menjadi wilayah berbasis energi bersih dan rendah karbon, khususnya mencapai target Net Zero Emission Provinsi NTB pada tahun 2050, 10 tahun lebih cepat dari NZE nasional.

Baca Juga:  Buat Status Provokatif di Facebook, HC diamankan Polres Lobar

PLN menyampaikan bahwa saat ini bauran EBT di sistem kelistrikan NTB telah mencapai 5,37% dari total kapasitas terpasang. Angka ini ditargetkan meningkat menjadi 25,19% pada tahun 2034, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

“PLN siap berkolaborasi dengan Pemprov NTB dan pihak pihak terkait dalam mencapai target energi hijau. Melalui pengembangan pembangkit EBT dan penguatan sistem, kami optimistis NTB dapat menjadi contoh provinsi berkelanjutan di Indonesia,” ujar Heny.

NTB memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat menjanjikan, mulai dari tenaga surya, angin, biomassa, hingga panas bumi dan arus laut. PLN terus mengoptimalkan pemanfaatan potensi tersebut melalui pengoperasian sejumlah pembangkit EBT dan rencana pembangunan pembangkit baru yang telah masuk dalam agenda RUPTL.

Baca Juga:  Lobar Kaji Siapkan Tempat Karantina Tenaga Medis Covid-19

Isu pengelolaan sampah juga menjadi topik utama dalam audiensi ini. Pemprov NTB mendorong pengembangan teknologi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) sebagai bagian dari program “Waste to Energy”.

PLN menyatakan dukungan terhadap rencana ini, khususnya jika proyek PLTSa dapat dimasukkan ke dalam RUPTL sebagai bagian dari rencana jangka panjang kelistrikan. Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyambut baik dukungan PLN dan menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan solusi energi yang ramah lingkungan.

Baca Juga:  PLN Hadirkan SUPERSUN di Gili Asahan, Energi Bersih untuk Pulau Terluar NTB

“Kami mengapresiasi komitmen PLN yang siap berperan aktif dalam transformasi energi di NTB,” ungkapnya.

Hadir dalam pertemuan ini Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB dan jajarannya, Senior Manager Perencanaan PLN NTB, serta pejabat lainnya dari kedua belah pihak.

Langkah kolaboratif antara PLN dan Pemprov NTB ini sejalan dengan komitmen nasional dalam mencapai target net zero emission pada tahun 2060.

“Dengan perencanaan yang matang dan implementasi yang terintegrasi, pengembangan energi terbarukan diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat,” tutup Heny. (red)

Example 300250