Scroll untuk baca Berita
title="Example 325x300" width="325" height="300">
Example floating
Banner IDwebhost
banner 970x250
Seni dan Budaya

Hujan Warnai Perang Topat di Pura Kemaliq Lingsar, WNA Australia : Toleransi Perlu dipertahankan

48
×

Hujan Warnai Perang Topat di Pura Kemaliq Lingsar, WNA Australia : Toleransi Perlu dipertahankan

Sebarkan artikel ini

Reporter: Dedi Suhadi

Dengan memanfaatkan payung, warga menyaksikan prosesi budaya perang Topat di pura - kemaliq Lingsar Minggu 15 Desember 2024 (DSHD )
Banner IDwebhost

BERBAGI News – Gelaran prosesi budaya Perang Topat yang dilaksanakan di Pura – Kemaliq Lingsar Kabupaten Lombok Barat pada Minggu, 15 Desember 2024 diwarnai hujan.

Meski begitu, ribuan warga yang datang sejak sebelumnya tetap antusias mengikuti prosesi perang topat.

17 - 30 Oktober 2025, PLN berikan Diskon Tambah Daya 50%
Download aplikasi PLN MOBILE

Tak kalah antusiasme dengan warga, wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara pun terpantau berdesakan menyaksikan prosesi Perang Topat.

Baca Juga:  Sukses Digelar, South Outside Music Fest 2024 Sukses Sedot Perhatian 7000-an Pengunjung di Stadion Diponegoro Kota Semarang

James Bannet, wisatawan asal Australia menilai perang topat sebagai bentuk toleransi antara umat beragama.

Baca Juga:  PLN Terangi Festival Lakey 2025: Wujud Listrik untuk Rakyat, Dorong Ekonomi dan Pariwisata Dompu

Dengan adanya toleransi, jelas James Bannet maka roda ekonomi dan pembangunn lainnya dapat berjalan.

Karena itu, James Bannet berharap toleransi dapat terus dipertahankan tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri.

“Toleransi antar umat beragama harus dipertahankan,” katanya.

Baca Juga:  Masjid Kuno Sedau, tidak Mau Atap Genteng dan Seng

Sedang warga Narmada, Masnah mengaku setiap tahun datang ke acara perang topat agar bisa membawa topat ke rumah dan dijadikan sarana untuk menyuburkan tanah

“Nanti topatnya dicampur dengan air dan disiramkan ke sawah atau kebun,” katanya.***

Example 300250