Scroll untuk baca Berita
title="Example 325x300" width="325" height="300">
Example floating
Banner IDwebhost
banner 970x250
Go Pendidikan

Siapkan Lulusan Kompetitif, Prodi Ilmu Komunikasi Unram Libatkan Industri dan Media Evaluasi Kurikulum

10
×

Siapkan Lulusan Kompetitif, Prodi Ilmu Komunikasi Unram Libatkan Industri dan Media Evaluasi Kurikulum

Sebarkan artikel ini
Banner IDwebhost

news.berbagi.co.id/ – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram (UNRAM) melakukan evaluasi kurikulum dengan melibatkan mitra dari industri, media, pemerintah, alumni, dan mahasiswa.

Evaluasi kurikulum Ilmu Komunikasi ini dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) guna memastikan kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

17 - 30 Oktober 2025, PLN berikan Diskon Tambah Daya 50%
Download aplikasi PLN MOBILE

FGD evaluasi kurikulum Ilmu Komunikasi tersebut digelar di Ruang Diplomasi Hubungan Internasional, Gedung Soebiyanto Universitas Mataram, Selasa (10/3).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyesuaikan kurikulum Ilmu Komunikasi dengan dinamika industri komunikasi di era digital.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), di antaranya Wakil Dekan II FHISIP Dr. Syamsul Hidayat dan Wakil Dekan III FHISIP Dr. Lalu Saipudin.

Hadir pula Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Dr. Agus Purbathin Hadi bersama dosen, mahasiswa, alumni, serta perwakilan berbagai lembaga dan sektor industri.

Baca Juga:  Pengabdian Masyarakat BEM FIPP dan HMPS AP di Desa Setiling: Mewujudkan Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat

Dalam forum diskusi, para mitra industri dan media menyampaikan berbagai masukan penting terkait kompetensi yang harus dimiliki lulusan Ilmu Komunikasi.

Perwakilan Nutrifood NTB, Muhammad Yosa Rizal, menilai mahasiswa Ilmu Komunikasi UNRAM memiliki cara berpikir kreatif yang mampu memberikan perspektif baru dalam strategi pemasaran.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya penguatan kemampuan digital marketing, personal branding, creative thinking, serta keterampilan bekerja dalam tim bagi mahasiswa dan lulusan.

Sementara itu, Masri Asril dari Nomad Sense Mataram menilai penguasaan teknologi kreatif digital juga menjadi keterampilan penting yang perlu dikuasai mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk menghadapi persaingan industri kreatif.

Dari sektor media, Haris Mahtul dari NTB Satu mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi digital menuntut jurnalis memahami dinamika media sosial, termasuk analisis tren melalui Google Analytics serta pemantauan isu publik di berbagai platform digital.

Baca Juga:  Semarak Penutupan PANJI Ramadhan di MTsN 2 Lombok Barat: Tanamkan Nilai Qonaah Lewat Ceramah dan Kuis Interaktif

Masukan juga datang dari Sukri Aruman selaku Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB yang membuka peluang kerja sama dan program magang bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi di berbagai media yang berada dalam jaringan tersebut.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan Pokdarwis Desa Lantan Lombok Tengah menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi publik, penulisan feature, serta profesionalisme mahasiswa dalam mendukung promosi pariwisata daerah.

Sejumlah alumni juga turut berbagi pengalaman mengenai kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

Ratu Adhila yang bekerja sebagai Social Media Specialist di perusahaan Singapura menilai metode perkuliahan berbasis proyek sangat penting karena dapat membantu mahasiswa membangun portofolio yang dibutuhkan saat melamar pekerjaan.

Ia juga menekankan pentingnya membangun branding communication dan jaringan profesional sejak masih berada di bangku kuliah.

Sementara itu, alumni di bidang production house, Puala Nesha, menyoroti pentingnya kemampuan digital marketing serta keterampilan memproduksi konten kreatif sebagai bekal utama di industri kreatif.

Baca Juga:  Di Mataram, Orang Tua Siswa Dukung Full Day School

Berbeda dengan alumni yang berkarier di sektor profesional, Natasya Ayudia Putri yang melanjutkan studi menekankan pentingnya kemampuan akademik, seperti membaca jurnal ilmiah dan menulis literature review bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.

FGD ini merupakan bagian dari proses rekonstruksi kurikulum Ilmu Komunikasi UNRAM agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri komunikasi modern.

Masukan dari berbagai pemangku kepentingan akan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun kurikulum baru yang diharapkan mampu melahirkan lulusan kreatif, adaptif, dan kompetitif di era digital.

Dengan evaluasi kurikulum Ilmu Komunikasi yang melibatkan industri, media, dan pemerintah ini, Universitas Mataram berupaya memastikan lulusannya siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.***

Example 300250