Lombok Barat – Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenhaj) Lombok Barat, Suparlan S.Pdi, M.Si, memastikan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan ibadah haji 1446 Hijriah/2025 Masehi di Kabupaten Lombok Barat telah berjalan lancar dan tuntas lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disampaikannya usai melaksanakan manasik haji yang menekankan pada peningkatan kuota dan efisiensi persiapan.
“Alhamdulillah, persiapan pelaksanaan haji dan umroh di Kabupaten Lombok Barat, khususnya pelaksanaan bimbingan manasik di tingkat kecamatan dan kabupaten, sudah kami selesaikan,” ujar Suparlan.
Ia menambahkan bahwa setelah bimbingan manasik, penguatan jamaah secara mandiri akan dilakukan bersama pembimbing ibadah yang telah ditunjuk.
Peningkatan Kuota yang Signifikan Salah satu kabar gembira bagi calon jemaah haji Lombok Barat adalah peningkatan kuota yang signifikan dari tahun ke tahun. Suparlan merinci data peningkatan kuota sebagai berikut:
Tahun 2022: 243 jemaah
Tahun 2023: 583 jemaah
Tahun 2024: 749 jemaah
Tahun ini (2025): 837 jemaah
“Ada penambahan 195 jemaah tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya yang 642,” jelas Suparlan. Ia mengaitkan peningkatan ini dengan kebijakan Kementerian Haji yang baru terbentuk serta undang-undang terkait, yang secara nasional telah menambah kuota hingga 1.300-an dan berdampak positif pada kuota daerah, termasuk Lombok Barat. Penambahan ini juga diharapkan dapat memperpendek masa antrean haji yang dulu bisa mencapai 37 tahun.
Administrasi dan Pelayanan Lebih Cepat Efisiensi terlihat jelas dalam proses administrasi. Suparlan menyatakan bahwa permintaan visa (request visa) telah selesai, dan pencetakan visa dimulai pada tanggal 9 Februari, jauh lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Jadwal berangkatnya kita di Lombok Barat ini nanti masuk di Kloter Tiga, Kloter Delapan, dan Kloter Lima Belas,” katanya.
“Kalau dulu-dulu kan setelah Lebaran baru kita bisa mulai bimbingan jamaah haji. Kita Lombok Barat ini sudah selesai sebelum puasa,” tambahnya, menegaskan bahwa semua persiapan jamaah haji sudah rampung sebelum bulan Ramadan. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari mitigasi Kementerian Haji untuk mencegah terulangnya masalah keterlambatan seperti masa lalu.
Dukungan Tim dan Program Haji Ramah Lansia Kemenhaj Lombok Barat juga telah mengorganisir tim pendamping yang kuat, termasuk perangkat kloter, Pembimbing Ibadah Haji (DBHI), dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang terdiri dari satu dokter dan satu perawat per kloter. Selain itu, ada dua tim delegasi haji daerah (BHD) dari Lombok Barat yang turut mendampingi, termasuk seorang pembimbing ibadah haji dari kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah.
Terkait program “Haji Ramah Lansia,” Suparlan menjelaskan bahwa prioritas layanan diberikan kepada jemaah lanjut usia, mulai dari tempat duduk hingga pendampingan. “Ketua regu, ketua rombongan yang muda-muda ini mendampingi yang tua-tua ini. Jangan sampai orang-orang tua ini tidak terurus di Tanah Suci,” tegasnya.
Rentang usia jemaah haji Lombok Barat tahun ini sangat beragam, dengan jemaah termuda berusia 22 tahun dan tertua 89 tahun. Suparlan menekankan bahwa jemaah tertua sekalipun telah melalui pemeriksaan kesehatan ketat dan dinyatakan sehat serta memenuhi syarat istitha’ah (kemampuan secara fisik dan finansial) untuk berangkat.
Jemaah Cadangan dan Imbauan Kesehatan Untuk mengantisipasi jemaah yang batal berangkat, Kemenhaj Lombok Barat memiliki lebih dari 400 jemaah cadangan yang juga telah melewati proses istitha’ah. “Kita punya cadangan 400-an. Ada 76 orang jemaah cadangan yang naik karena banyak jemaah reguler yang tidak istitha’ah, tidak melunasi, atau menunda,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Suparlan menyampaikan pesan penting bagi seluruh calon jemaah. “Yang paling penting dijaga oleh jemaah ini adalah kesehatannya. Terus lakukan olahraga, olahraga ringan. Anjuran dokter itu kita jalan 30 menit setiap hari,” imbaunya. Ia juga menyarankan jemaah untuk memanfaatkan bulan Ramadan yang akan datang sebagai momentum untuk berdoa, berdzikir, dan mendalami ilmu-ilmu manasik agar dimudahkan dalam setiap persiapan dan pelaksanaan ibadah haji.
Sinergi kuat antara Kemenhaj Lombok Barat dan Kementerian Agama, yang digambarkan Suparlan sebagai hubungan “ibu dan anaknya,” menjadi kunci sukses dalam upaya mengawal pelaksanaan ibadah haji yang tertib, lancar, dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah.




















