Scroll untuk baca Berita
title="Example 325x300" width="325" height="300">
Example floating
Banner IDwebhost
banner 970x250
Catatan

Kenangan Mendalam Najwa Shihab untuk Sang Suami, Ibrahim Sjarief Assegaf: Penopang Hidupku yang Paling Kuat

69
×

Kenangan Mendalam Najwa Shihab untuk Sang Suami, Ibrahim Sjarief Assegaf: Penopang Hidupku yang Paling Kuat

Sebarkan artikel ini
Foto Najwa Shihab bersama almarhun suami ( sumber IG Najwa_shihab_)
Banner IDwebhost

Jakarta, 23 Mei 2025 — Duka mendalam tengah menyelimuti jurnalis dan presenter ternama, Najwa Shihab. Suaminya tercinta, Ibrahim Sjarief Assegaf, berpulang pada usia 48 tahun.

Dalam unggahan emosional di akun Instagram pribadinya, Najwa membagikan kenangan yang sangat berarti tentang sosok yang telah menemaninya selama lebih dari dua dekade.

17 - 30 Oktober 2025, PLN berikan Diskon Tambah Daya 50%
Download aplikasi PLN MOBILE

“Dia bukan hanya suami, tapi juga sahabat terbaik, penopang hidupku yang paling kuat,” tulis Najwa. Kalimat tersebut menggambarkan betapa besar peran Ibrahim dalam hidup dan perjalanan karier Najwa.

Beberapa kenangan mendalam Najwa Shibat kepada sang suami almarhum Ibrahin Sjarief Assegaf :

Baca Juga:  Kisah dan Hikmah: Sosok Gubernur Yang Fakir

Cinta Sejak Muda

Najwa dan Ibrahim menikah pada 11 Oktober 1997. Keduanya bertemu saat masih muda dan tumbuh bersama menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Najwa kala itu baru menginjak usia 20 tahun, sementara Ibrahim telah menapaki karier sebagai seorang pengacara berbakat.

Dalam banyak kesempatan, Najwa sering menyebut Ibrahim sebagai “pelindung dalam senyap”. Meski jarang muncul di hadapan publik, kehadiran Ibrahim sangat berarti dalam setiap langkah yang diambil Najwa—dari awal karier sebagai reporter hingga menjadi pendiri Narasi TV.

Dukungan Tanpa Syarat

Najwa mengenang, Ibrahim adalah orang pertama yang selalu mendengar segala keluh kesah dan menjadi tempat bersandar dalam setiap fase hidup. “Dia pendiam, tapi kehadirannya selalu terasa. Ketika dunia terasa berat, dia membuatnya ringan,” kenang Najwa.

Baca Juga:  Berguru Pada Rakyat; Kenangan dari Sosok Drs. H. Lalu Mudjitahid

Di balik sorotan kamera dan debat publik, Najwa mengaku bahwa rumah tangganya adalah tempat di mana ia bisa menjadi diri sendiri. Ibrahim disebut sebagai penyeimbang, seseorang yang membuat Najwa merasa utuh.

Ayah Penuh Cinta

Ibrahim juga dikenal sebagai ayah yang sangat dekat dengan anak-anaknya. Bersama Najwa, mereka dikaruniai dua anak, Izzat dan Namiyah. Meski Namiyah meninggal beberapa jam setelah lahir pada 2011, Najwa menyampaikan bahwa Ibrahim tetap menyimpan cinta dan kenangan akan putri kecil mereka dengan sangat lembut.

Baca Juga:  Cerita DiBalik Tradisi Dilah Maleman Lombok

“Ia mencintai keluarganya dengan cara yang tenang, tapi dalam. Tak pernah ada hari tanpa kasih darinya,” tulis Najwa dalam unggahan tersebut.

Warisan Kehidupan yang Tak Tergantikan

Kini, kepergian Ibrahim meninggalkan ruang yang tak tergantikan dalam hidup Najwa. Namun, ia meyakini bahwa cinta dan kebijaksanaan Ibrahim akan terus hidup dalam dirinya dan anak-anak mereka.

“Banyak hal yang belum sempat aku ucapkan, tapi dia tahu. Dia selalu tahu,” tutup Najwa dalam pesannya.

Selamat jalan, Ibrahim Sjarief Assegaf. Warisan ketulusanmu akan terus hidup dalam setiap cerita Najwa.

Example 300250