Scroll untuk baca Berita
title="Example 325x300" width="325" height="300">
Example floating
Banner IDwebhost
banner 970x250
Berita UtamaGo KesehatanPeristiwa

Video Detik Detik Massa Jemput Paksa Pasien Positif Corona Di RSUD Kota Mataram

58
×

Video Detik Detik Massa Jemput Paksa Pasien Positif Corona Di RSUD Kota Mataram

Sebarkan artikel ini
Banner IDwebhost

Mataram, BERBAGI News – Ratusan warga di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menggeruduk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram protes dan nekat ambil paksa pasien positif Corona. Sekitar pukul 20:30 wita Senin malam (06/07)

Warga protes karena salah seorang warga Maesi (47) Perempuan yang meninggal dinyatakan positif Corona. Mereka mengambil paksa jenazah yang dinyatakan positif Covid-19.

17 - 30 Oktober 2025, PLN berikan Diskon Tambah Daya 50%
Download aplikasi PLN MOBILE

Massa nekat mengambil paksa jenazah tersebut lantaran mereka dan pihak keluarga tidak ingin jenazah dikuburkan dengan protokol Covid-19, Petugas medis yang dikejutkan dengan ratusan massa yang menggeruduk masuk tidak dapat berbuat apa-apa dan sehingga pihak rumah sakit membuatkan surat pernyataan penolakan tindakan/prosedur penanganan covid 19.

Baca Juga:  Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Wisatawan Malaysia dari Jurang Gunung Rinjani

Humas RSUD Kota Mataram, Lalu Hardimun, mengatakan jenazah pasien positif Corona asal Dusun Erat Mate Desa Mekarsari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Jenazah tersebut masih berada di RSUD Mataram, namun massa berjumlah Ratusan mengambil paksa jenazah.

“Memang ada pasien Covid-19 yang meninggal dari Mekarsari, Gunung Sari, Lombok Barat. Massa sudah dijelaskan, tapi tidak bisa terima,” katanya dihubungi.

“Pasien dibawa pulang paksa dengan status positif Covid-19,” ujarnya.

Lalu mengatakan, tenaga kesehatan (Nakes) saat kejadian sangat ketakutan. Mereka tak berdaya saat massa menyemut menggeruduk masuk gedung rumah sakit.

Baca Juga:  Pemkot Mataram Tanggung Biaya Rapid Test dan Tes Swab Mandiri

“Massa banyak. Makanya ini teman-teman Nakes keluh kesah. Kalau begini terus, bagaimana kita bisa tenang bekerja. Kasihan juga mereka ada rasa takut melihat massa begitu banyak,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, Korban mengalami sakit pinggang dan sesak nafas selanjutnya pihak keluarga membawa Maesi kerumah sakit metro medika di Kelurahan rembiga, kemudian pada hari jumat 03 Juli 2020 pasien Maesi dirujuk kerumah sakit Kota Mataram setelah sampai di rumah sakit Kota Mataram pasien dilakukan penanganan protokol kesehatan covid 19 dan dilakukan perawatan terhadap pasien.

Pada hari senin 6Juli Pukul 16.00 Wita pihak Rumah sakit Kota Mataram memberitahukan kepada pihak keluarga bahwa pasien Maesi telah meninggal dunia dan dari hasil swab pasien dinyatakan posotif covid 19.

Baca Juga:  Ini Dia Ketua IJTI NTB Periode 2020-2023

Dari pihak keluarga tidak terima dan tidak percaya dengan hasil diagnosa pihak rumah sakit kota mataram sehingga pihak keluarga bersama warga Desa mekarsari yang berjumlah sekitar 100 orang dengan menggunakan truk mendatangi rumah sakit kota mataram dan membawa paksa jenazah untuk dibawa pulang untuk dilakukan pemakaman secara normal tanpa melalui protokol covid 19.

Jenazah dibawa pulang oleh pihak keluarga kerumah duka dengan menggunakan taxi Blue Bird sekitar pukul 20:45 wita. (red)

Example 300250